















"Angel"
"Just Another Day"
= suatu pernikahan berarti pertautan 2 hati yang saling mencintai
= memperlihatkan rasa tanggungjawab terhadap kehidupan bersama
= juga bermakna penyatuan 2 keluarga
= pernikahan berarti ada sepasang cincin kawin yang mestinya selalu melingkar di jari
= dan suatu usaha mencari dan menyamakan kesukaan/hobby
= pernikahan berarti kalau bangun tidur pagi, kita harus membiasakan diri dengan adanya orang lain yang seranjang dengan kita (tidak boleh kaget, apalagi berteriak histeris!)
= dan pernikahan berarti mulai memikirkan :
-> mau bikin apa ya untuk sarapan, makan siang, makan malam suami nanti?
-> bagusnya hari ini suamiku pakai baju apa ya? Kemeja warna apa? Celana yang mana?
-> bagaimana dapat uang untuk beli susu anak dan tagihan sekolahnya
-> siapa yang musti bayar listrik, air, telpon, gas
-> bagaimana bayar cicilan mobil
-> beli sabun untuk nyuci pakaian setumpuk gunung, jangan cuma ingat belanja
lipstikbedakparfum
-> dan 2008 persoalan lainnya
Setelah diteliti, ditimbang dan dipikirkan baikbaik, ternyata : banyak yang aneh dalam hidup berkahwin itu, banyak positif-negatifnya, banyak pikir sana pikir sininya, banyak iyah-okeh dan ogah-emohnya, banyak pernyataan yang saling bertentangan, seperti :
= PERTAUTAN 2 HATI YANG SALING MENCINTAI?
Bagaimana kalau kedua hati itu lagi capek, banyak urusan dan tidak mau diganggu (dalam segala hal, mulai dari yang cuma mau diaaaaam saja nonton TV sampai yang tidak mau dicolekcolek!) atau bila yang satu lagi tidak mau ngobrol, sementara yang lain mau banget nyeritain kejadian lucu hari itu!). Apa kalimat “komunikasikan segala hal antara suami istri” masih berlaku pada saatsaat begini? Capek deeeeh....
Tapi coba ingat, mana itu masamasa perkenalan, atau pacaran atau ta’aruf atau apapun istilahnya yang dimaknai kalimat “tahu oncom pun serasa pizza”? Ingat dong itu semua, manis manis manis. Yang pertama dilakukan adalah “cooling down”, bo! Artinya : bobo aja dulu, baru ngobrol!
= TANGGUNG JAWAB TERHADAP KEHIDUPAN BERSAMA?
Bila dulu kita hanya bertanggungjawab terhadap orangtua, guru, bahkan diri kita sendiri atas apa saja yang sudah kita lakukan, maka sekarang ada satu makhluk lagi bernama suami/istri yang harus dinafkahi, dicintai, disayangi, diurusi, dipatuhi, di... di... dipegang tangannya bila mau menyebrang jalan!
= PENYATUAN 2 KELUARGA?
Apa semua ikhlasikhlas saja bila harus mengetahui dan diketahui urusannya oleh keluarga di seberang
Apa yang musti disatukan oleh 2 rombongan manusia yang sedari lahir memang sudah terpisah?
Oh yayaya... ambil positifnya : kita dapat sodarasodara baru, kita menemukan kegembiraan baru saat berkumpul, kita punya orangtua, tante-om, kemenakan bahkan kakek-nenek baru! Mana ada di toko dijual kakek dan nenek baru. Kalo tidak pelcaya boleh lhu olang tanya toko sebelah!
= SEPASANG CINCIN KAWIN SELALU MELINGKAR DI JARI?
Terus terang kami tidak pernah memakai cincin kawin kami sehariharinya. Bagaimana mau dipakai kalau sebentarsebentar kami harus mencuci tangan. Yaaa... kami diwajibkan mencuci tangan sebelum dan sesudah memeriksa pasien, sebelum dan sesudah operasi, dan sebelum dan sesudah makan!
Jadi mending itu sepasang cincin kawin disimpan di dalam lemari saja, dan cuma dikeluarkan pada saat tertentu, misalnya saat mau ke pesta, mau diperlihatkan ke oranglain ---entah apa urusannya— atau saat perlu dijual karena kehabisan dana untuk dugem! Ajip ajip ajip ajip ajip ajip *musik dugem neh....*
Toh dengan tidak memakai cincin apapun di jarijari ini, bukan berarti kami tidak saling setia toch...
= MENCARI DAN MENYAMAKAN HOBBY?
Tujuannya tentunya agar suami-istri berdua dapat hidup rukun tentram dan damai, setuju? Kalau begitu coba kita telaah hobby suami dan saya. Betul.... memang ternyata sama, sang suami suka bercocok tanam, menanam pohonpohon penyejuk halaman dan sangat mencintai bunga yang bermekaran karenanya. Sementara saya pun sangat mencintai bunga.... bank!
Yu mari.... Mari ki’ di....
= TIDUR BERSAMA?
No comment untuk yang satu ini
= BELAJAR MASAK
Supaya tidak bingung dengan sarapan, makan siang, makan malam suami nanti, memang sebaiknya kita belajar masak, tapi kurasa lebih baik lagi kalau kita makan di luar saja. Nyamnyamnyam...
= TAGIHANTAGIHAN
Waktu pacaran, dana sekian puluh persen terserap untuk beli pulsa. Setelah berkahwin kami dipusingi oleh 2008 jenis tagihan yang sampai di rumah setiap bulannya. Rasanya tidak ada yang enak, yang satu tidak lebih baik dari yang lain. Ya iyyalaaah, mana ada urusan bayarbayar semacam itu menyenangkan? Tapi kalau masalah DIBAYARKAN/DIBAYARIN (dhuh... siapa tyuh yang begitu baik hati membayarkan?) pasti sangat sangat sangaaaat membahagiakan!
Begitulah kurang lebih. Semuanya simpel tapi rumit juga, suka namun sesekali ada juga dukanya, aneh tapi lucu juga....
Dirangkum sajalah menuju suatu kebaikan.
Harus begitu,
Selalu begitu.
Agar si sakinah, si mawaddah dan si warrohmah datang menghampiri rumah kita

Senangnya...
Hari pertama kemarin, waktu saya lagi tugas di Maros, dan dia lagi tugas di Mks, ku-sms-ki : Bos, rasanya tidak percaya kamu ada di
Hari kedua, tadi, saya masih buruburu ngecek cucian yang mustinya sudah kering karena harus segera dibawa pulang ke
-a
Friends,
Dan tersadarlah saya waktu Atun ngomong kalo it's been more than 20 years, welehweleh, sudah selama itukah?
Kemana saja kita selama ini?
Apa saja yang sudah saling kita lakukan dalam 20 tahun ini untuk tetap "menjaga" pertemanan ini? atau apa saja yang sudah kita lakukan untuk negara kita ini?
Saya ingat waktu SD kita suka ngisingisi diary teman, trus ada satu quote yg sering ditulis Olive yg saya suka sekali, bunyinya "Jangan tanyakan apa yang sudah kau dapatkan dari negara ini, tapi tanyakanlah apa yang sudah kau berikan untuk negara ini." itu kalimatnya siapa ya, Liv? Kennedy, Fitzgerald or whom? Nggak penting, tapi saya ingat betul dan (merasa) tau betul maknanya
Nah, (kata Tukul, kita kembali ke laptop!) lantas apa yg sudah kita berikan pada temanteman kita?Jawabannya tidak ada. TIDAK ADA. Kenapa tidak ada? Karena emang tidak ada yang bisa kita berikan atau saling berikan.
Karena teman kita tidak perlu semua pemberian kita selain tegursapa kabarbaik kabarburuk kirimdoa haihai halohalo dan senyumtawa penanda kita masih setia dengan kehidupan dan (mudah2an ) selalu berguna untuk orang lain.
Sepanjang lebih dari 20 tahun ini (pengumuman : saya dan Jonrieuw sdh berteman sejak di perut ibu masingmasing (berarti sudah lebih dari 36 thn), dan saya dan Titan sudah berteman sejak ibunya datang dari Gorontalo untuk sekolah dokter di Mks! (Berarti jauh sebelum kami berdua direncanakan dibuat!), siapa sangka John Babulu akan bertualang ke Papua dan jadi guru di sana, sementara Lily entah di mana, Saar Abo' sekarang di India kerja di perusahaan minyak asing, Atun, Irma dll dah S2, bahkan ada (kah) yg S3? Elda di Sing melaksanakan ibadah thawaf di Ocadrot (sejak 3 tahun lalu ya El, berapa kali meko itu jadi haji de eee), Olive di utara, dan saya tetap di (Sulawesi) selatan, Adi Kurus Tulang Ayam (Adiwinata Putranya Bpk. Liem) buka kursus bahasa Inggris di Mks (Francise English First, gitu), Donny Saluling punya tatto di sekujur tubuhnya dan setengah mati bangga dengan semua pencapaian di kehidupanya ini, danlainlain.
Yang sempat kucatat bahwa Frederika Oppier dan Mirza Mappeabang sudah mendahului kita.
Apa OK klo saya sebutkan juga nama Pak Chris yg juga sdh almarhum sbg teman kita? Pantaslah beliau mendapat gelar kehormatan itu ya...., mana ada guru jenggotan (wah spesifik sekali, fisik lagi!) yg dengan tidak sabarnya mengajar kita matematika yang matimija menjengkelkannya itu sambil berteriak, "Ayo gombalgombal skalian selesaikan persamaan di bawah ini!!!" Itu perintah sekaligus makian sayang buat kita semua, teman. Dihaturkan oleh Teman kita Tercinta Pak Chris F de Kock
Padahal saya pribadi tidak pernah sama sekali melihat persamaan berbentuk apa pun di papan tulis, karena angkaangka itu sama sekali tidak sama dan tidak mirip.
Hm hm hm, mati betul saya!!! Kalo disuruh cari perbedaan bisa ...
Ngomong2 soal de Kock, ada 2 org teman kita yg paling suka patoatoai Pak Chris dengan sebutan Pak Chris F de Gombal atau Chris F de Bulutangkis. Kata mereka, "Kenapa ada kock bulutangkis di depan mengajarkah? "
Mereka itu Iwan Tanalessy (dulu sih jd bos di Bank Danamon Parepare, kalo tdk salah, saya lostcontact dengan dia sejak 8 tahun lalu, waktu itu saya masih PTT di Majene. nah karena jalur bisku pasti lewat Pare dan Pare itu kota kecil, jadi sempat beberapa kali ketemu wajah konyolnya yang penuh keringat di jejeran restoran di Parepare kalo bisku singgah (restoranji gang... bukan warung, kastinggi sedikit standarku na....) Tidak pernah tong natraktirka itu Iwan, alasannya, jam istirahatnya habismilaaah. .. ada urusannya di manalaaah, hm hm hm...
Yang satunya lagi, yang suka olok2 Pak Chris : Reza Tehusalawany, Ambon Manise ini tinggal di seputaranku di Makassar. Mudah2an masih segar di ingatan kita semua wajahnya yang imut waktu masih kecil, Olive, ingat, kita pernah nyanyi sama2 di TVRI pake baju kotak2 putih waktu kelas 5! Hasil tunjukannya Juff Bentang (karena tdk semua murid terpilih) kita semua disuruh nyanyi keraskeras, yang dipilih yang menyanyi dengan suara bulat, menyebut A dengan hasil antara A dan O, ah bagaimana menjelaskannya, pokoknya tidak pekak bin cemprenglaaah. Nah, pas Reza ditunjuk dia berteriak kegirangan, "Horeeee... masuk TV!" kayak Tukul ya...
Nah sekarang Reza sudah besar banget, tambah gagah dan tambah berat tentu.
Begitulah, mana ada yang tau hari esok? Seminggu ke depan, setahun dan berpuluh tahun kemudian kita kan jadi apa dan ke mana
Beginilah hidup.
Waktu kecil saya pingin jadi arsitek, tapi begitu tau arsitek akrab degan angka, bye bye archie
Trus kukira saya bisa jadi pemain gitar, ternyata cuma kagum sama orang yang pintar main gitar (siapa mi itu de eee...., bukan Dario or Bayu na.... tapi Santana ces..... Santana forever! Yuhuuuu, love you Sant....
Matimija!
Trus kukira bisaka' jadi guru biologi saja di Nusantara, ini garagara saya jatuh cinta sama tulisan kotakkotaknya Pak Hamzah guru Biologi di SMP. Ingat toh bgm itu tulisannya? Ternyata cara dia mengajarlah yang banyak mempengaruhiku kelak waktu kuliah di Kedok. Semua terstruktur, semua terpola, dan semua memboringkan! hehehe, habis waktu di SMA tibatiba kita dapat banyaaaaak sekali teman sekaligus dengan hidup variatif yang cenderung liar, tidak seperti dunia waktu di Nusantara, yang kecil mungil aman tentram rukun dan damai, kecuali Joey yang suka bertengkar dengan Mia (di mana ya Joey dan Mia sekarang?) Jadi maksudku di sini, kehidupan SMA yang serba party, tidak senyaman kehidupan di SMP (ini menurutku ya)Waktu ternyata lulus di Kedok (waktu Sipenmaru sambil mannokonoko (marah) karena tidak diijinkan ke IPB lolos tes Kedokteran Hewan sama pacemace (kata mereka, "Kenapa Bapak Ibumu dokter manusia, ko mau jadi dokter hewan?")
Kembali... kembali.... waktu lulus di Kedok kutemukan lagi dunia tenangku. Walo banyak tes dan kuis, semuanya terasa teratur.
Lantas sekarang, apa yang bisa kubikin untuk kalian temantemanku? tidak ada kan.
Jangan sampai ada yang perlu kubikin untuk menolong kalian.
Biarlah saya berguna untuk orang lain saja, kan tidak ada yang perlu pisau bedah kan.
Amitamit
Kalau arti "memberi"-ku sama dengan kalian semua syukurlah, tapi kalau ada arti lain, maafkan kekhilafanku.
Saya pikir memang tidak ada yang lebih membahagiakan kita selain tegursapa kabarbaik kabarburuk kirimdoa haihai halohalo dan senyumtawa serta peluk cium
Mumpung mau masuk puasa, mohon maaf lahir bathin ya, teman2.Semoga semua menjadi lebih baik dan selalu diberkati Tuhan.
Amin amin amin Ya Rabbal Alamiin.
-a
Ceritanya, pagi ini karena kurang kerjaan, saya pi ke RS Maros (info : letaknya sebelah sananya Bandara Hasanuddin, about 30 km from Mks), kalian semua tau Pantai Losari? Lapangan Karebosi? Bandara? Nah RSku di sananya lagi... Jauhnya amat patokannya? Sampai mana tadi? Oh ya, jadi saya pi visite pasenpasen bedahku. Tidak kusangka, ternyata pasenku gembira sekali saya datangi liburlibur begene. Tadinya pikir mereka, saya tidak datang, malah pagi tadi ada yang mau ijin pulang (kayak tong pi sekolah, pake ijin pulang kalo lupa PR!). Namun begitu lihat saya nongol di Bangsal RS, eh malah saya dikerumuni. Yang lucu waktu ronde keliling di bangsal bedah dan paviliun, ada beberapa keluarga pasen yang ikutan ronde, trus codo'codo'ki keteranganku, sambil nanya ini itu. Lucu juga rasanya. Rombonganku jadi lebih banyak jumlahnya setiap pindah kamar : saya, koas, perawat, siswa perawat + keluarga pasen!! Banyak pertanyaan. Banyak jawaban. Pulangnya, capek deh Walaupun tidak ada operasi hari ini, rasanya lebih capek dari harihari sebelumnya. Tapi ada satu rasa yang kubawa pulang : bahagia yang teramat sangat, hampir euphoric, karena level adrenalin yang tinggi bekas ronde tadi. Bahagia karena sudah bikin pasen dan keluarganya mendapatkan pelayanan prima hari ini (saat mungkin banyak orang lain yang memilih bersantai atau ikutan demo hari buruh) TAPI..... dokter juga manusia Harap dimengerti saja kalo dokter juga punya rasa capek, bosan, punya urusan lain, pasen lain, bahkan kadang ingin libur sementara waktu Nah nah nah, kalo itu sudah dimengerti saya mewakili temanteman dokter akan bilang terimakasih banyak! Ssst.... tapi kalo pas ketemu doktermu, jangan sungkan bertanya apa saja, mereka toh dibayar untuk menjawab semua pertanyaanmu, asal tidak tanya fisika ato matematika, matilah itu! Pokoknya tanya saja! Kalo perlu tulis semua yang belum ko mengerti tentang penyakitmu/ keluargamu malam sebelum i dottoro'e ma'ronde.
DOKTER JUGA MANUSIA
Hari ini Hari Buruh Sedunia, hari ini hari libur juga karena kenaikan Isa Al Masih tanggal 1, tanggal merah tanggal 2, tidak jadi merah karena cuti bersama sudah dihapus pemerintah untuk kali ini (jadi liburnya ya tanggal 1 saja!)
---a
Hallo semua,
Misalnya si Azizah alias Titan alias hidung alias saputangan. Sekarang dia sudah jadi ahli mata yang sibuk dengan 2 orang anak perempuannya. Tau kenapa saya bilangi dia hidung toh? Trus kusebut dia saputangan juga karena dia tidak bisa lepas dari saputangannya. Mungkin suka gerah kalo duduk pangkupangkuan denganku dan Oci naik becak dari Nust ke Ujung Pandang Baru. Bayangkan saja kalo jadi berenam dengan 3 buah mesin ketik manual merk brother! Jadi dia selalu kape'-kape' (kipas-kipas) dengan saputangannya itu. Walaupun itu becak balapbalap dan angin kencang menerpa rambutnya yang penuh hairspray! Ayo kita bayangkan lagi! Trus pas nyampe di tujuan, daeng becaknya pinjam itu saputangan karena keringetan dan poso! (capek deh) Ini tidak usah dibayangkan karena cuma karanganku....
Yang terakhir, kemarin dulu saya jalan sama Joni alias Joan Rieuwpassa (tidak boleh salah tulis namanya bapaknya, guruku itue). Kami jalan ke rumah Donny Saluling makan malam. Ultahan pacarnya Donny dirayakan di rumahnya. Ceritanya Donny mau merried sama Maret tanggal 30 Maret ini lho! Maret itu kecil, imut, putih, sipit dan kalem, sementara Donny tetap ketawaketiwi, gundul dan penuh tatto.
Yang sering kuhubungi cuma Tim Wisata Kuliner : Elda, Atun, Jaja dan Gembul serta Irma Mereka sempat ke Mks Nov 2006. Yah begitulah, sebaiknya kita memang kip in tach laah. Beberapa tahun lalu saya pernah janjian sama Peang ke kafenya Olive, tapi batal karena kesibukanku (tepatnya kesoksibukanku! hehehe) Sekarang, karena saya sudah selesai sekolah, lebih banyak waktu neh. Jadi kalo ko ada yang pulang ke mks, hubungi saya. Tapi ingat, saya sudah tidak di jl. Sunu, sekarang tinggal di Pettarani. Mudahmudahan masih ada rindu untukku dari kalian, seperti kurindukanko juga semua, friends... Kip in tach, friends. Love U all
Kami kelilingi semua warungwarung top di Mks tempo hari, mulai dari es krim MGH sampe sop sodara di pasar sentral, sop konro karebosi sampe nyuknyang Toraja (penjualnya kalo bukan Sampe, Marthen, ya Anis, begitubegituji nama penjual nyontor di sini!) yang jualannya pake grobak pendek, etc. Trus napak tilas ke mantan rumahnya Atun n Jaja. Adaada saja...
---a
Pas jaga itu,datanglah pasen bedah yang ---setelah dilakukan pemeriksaan iniitu-- akhirnya didiagnosa menderita kebocoran lambung karena proses maag kronik akibat kebanyakan n keseringan minum obat rematik. Kami lalu meng-informed concent serombongan keluarganya tentang perlunya operasi emergensi pasen tersebut. Keluarganya tampaknya mengerti, cuma dengan wajah sedih menanyakan biaya operasi tersebut.
Yaaaah... biasalah kejadian ini.
Dan biasa juga karena saya sebagai anak sekolah yang tidak tau soal duitduit operasi dan saat itu cuma memperhatikan keselamatan pasennya (cieeee....!) jadinya cuma bisa bilang, "Maaf Bapak-bapak Ibu-Ibu sekalian, soal biaya coba ditanyakan ke kantor di depan karena mereka punya catatan lengkapnya tentang jenisjenis operasi. Uangnya tidak dibutuhkan sekarang, karena nyawa pasen lebih berharga (cieee lagi...!) tapi nanti kalau mau beli obat atau sudah mau pulang. Tapi biasanya keluarga disuruh siapkan sekitar 5 jutaan, kalo ambil kelas III di bangsal."
Nah...nah...nah... Setelah saya omong begitu, salah seorang anggota keluarga bicara ke saya, "Maaf dokter, kalo uang sebegitu kami tidak punya karena kami ini tidak mampu. Di kampung kami masuk JPS (surat penanda keluarga miskin : Jaring Pengaman Sosial) Bagaimana yaaa?"
"Yaaah, bagaimana bu? Saya juga bingung. Ibu bilang tadi anggota JPS tapi kok semua keluarga pake HP?"
Memang di belakang ibu tadi para anggota keluarga yang lain sudah berkasakkusuk dengan HP masingmasing menelpon sanak saudara yang lain memberitakan kemungkinan operasi pasen tersebut. Belum lagi gelangcincinkalunggigi emas yang terpasang di sekujur tubuh para anggota keluarga.
"Eh, mau dioperasi nenek sekarang..."
"Bocor lambungnya, kata dokter garagara terlalu banyak minum obat rematik...."
"Dokter ahli yang operasi..."
"Iyooo... sekarang ini mau dioperasi, datangmoko cepaaat!!"
"Bawako rantang buat makanmakanta naaah.... sama ambal (tikar!) buat tidur!"
"Pakemi saja mobilnya Baco..."
JPS nih yeee...
Akhirnya si pasen dan keluarganya setuju operasi, daripada mati!?
Cerita lucu lain menyusul,
sementara persiapan operasi berlangsung, ada lagi anggota keluarga yang menghubungi saya, katanya, "Dok, kami ini kan JPS, jatahnya kelas III, saya lihat kamar kelas III di belakang kumuh sekali, bolehkah kami pindah ke kelas I dan bayar selisih?”
Haaa? Harga untuk JPS kan gratis, jadi dia cuma mau bayar selisih pindah kelasnya.
Berarti ada uangnya doooong!!!!
Bagaimana sebenarnya distribusi kartu JPS di daerah? Wallahualam......
---a
The Heaven is on the Ibu palm feet and its compatible if we worship on Ibu, because by making Ibu as a peer, makes her becoming a special priority, respecting of her and listening to all of her advises than we can go to the heaven. Correct?
she back home, I don’t want to breast feeding by her again! I just want to drink an ox milk. Fortunately, I did not becoming calf, yes?
Lagu Cinta
(Dari "Badai Pasti Berlalu" (1977), lirik : Eros Djarot, musik : Eros Djarot, vokal : Chrisye (1977), Glenn Fredly (2005)
PELANGI
Bagaikan langit berpelangi
terlukis wajah dalam mimpi
Tertegunku dibuai
dibuai dalam kenangan
dan senyuman yang tak
Mungkinkah tercipta kembali
malam yang penuh keindahan
Sinar rembulan terasa
oh hangat menyentuh tubuh
di antara pelukan
Kau dengar laguku
dalam simfoni
Tiada lagi melodi dapat kucipta
tanpa senyummu
Mungkinkah tercipta kembali
malam yang penuh keindahan
Sinar rembulan terasa
oh hangat menyentuh tubuh
di antara pelukan
Kau dengar laguku
dalam simfoni
Tiada lagi melodi dapat kucipta
tanpa senyummu
tiada lagi melodi....
------------------------------------------------------------
(lirik/musik : KLa Project,1992)
TAK BISA KE LAIN HATI
Bulan merah jambu luruh di kotamu
Kuayun sendiri langkahlangkah sepi
Menikmati angin menabuh daundaun
Mencari gambaranmu di waktu lalu
Sisi ruang bathinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati
Begitu lelah sudah kuharus menepi
Biduk tlah ditambatkan berlabuh di pantaimu
Sisi ruang bathinku hampa rindukan pagi
Tercipta nelangsa merenggut sukma
Terwujud keinginan yang tak pernah terwujud
Aku tak bisa pindah, pindah ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Sungguh kuakui tak bisa ke lain hati
Mengingatmu, mengenangmu
menggapai paras wajahmu sendiri
kedua orangtua kami. Mereka sepasang dokter yang sangaaaaat sibuk, dan tanpa mengenal istilah babysitter, kami dirawat dan disayangi sepenuhnya oleh kedua orang tua kami. Dalam cinta dan kasih sayang itulah kami tumbuh, namun anehnya kami tetap tidak sepakat dengan sapaan kami masingmasing kepada kedua orangtua kami itu. Saya menyapa ibu dengan IBU' dan papa dengan PAPA', sedangkan Ari memanggil MAMMI dan PAPPI, sementara Adi : IBU dan BAPA'. Keluarga atau teman yang mengetahui hal ini cuma bisa ngakak dengan ketidakkompakan kami.